Info Lomba Cerpen 69 Wajah Indonesia


Syarat Dan Ketentuan Lomba “CERPEN”

1. Tema Utama

Indonesiaku : Bersatu Dalam Keragaman

2. Persyaratan Peserta

  • Peserta lomba adalah masyarakat umum
  • Peserta harus mendaftarkan diri sebagai perorangan

3. Pendaftaran Lomba

  • Peserta mendaftarkan diri paling lambat tanggal 30 November 2014
  • Bagi yang berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tidak dikenakan biaya pendaftaran (GRATIS)
  • Bagi yang berdomisili di LUAR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk informasi lebih lanjut silahkan dilihat di LINK INI

4. Ketentuan Perlombaan

  • Peserta dapat mengambil formulir pendaftaran DISINI
  • Mengirimkan ke email (69wajahindonesia@gmail.com) :
    – Formulir pendaftaran
    – Karya foto
    – Foto diri
  • Untuk perlombaan cerpen :
    – Karya yang dikirimkan belum pernah di publikasikan secara fisik maupun media
    – Naskah yang di ikut sertakan dalam lomba ini merupakan karya perorangan
    – Bahasa yang di gunakan bahasa indonesia (termasuk didalamnya bahasa serapan atau sehari hari)
  • Karya berhubungan dengan tema besar yaitu “Indonesiaku: Bersatu Dalam Keragaman“ dan sub tema nya :
  1. Persatuan tak lekang oleh zaman

  2. Semangat juang pejuang indonesia

  3. Budaya yang tumbuh dan berkembang

  4. Sahabatku berbeda suku

  5. harmoni dalam perbedaan

  • Cerpen dikirimkan dalam bentuk digital (softcopy)
  • Satu orang hanya dapat mengirim 1 cerpen.
  • Karya yang sudah di kirim menjadi hak milik penyelenggara
  • Karya tidak mengandung unsur pornografi , SARA dan plagiatisme
  • Panitia berhak mendiskualifikasi peserta apabila memasukan unsur negatif didalamnya
  • 10 karya terbaik akan dimasukan dalam buku 69 Wajah Indonesia
  • Pengumuman pemenang akan di umumkan pada tanggal 5 Desember 2014 melalui :
    – Website (69wajahindonesia.com)
    – SMS

5. Ketentuan Penulisan Naskah

  • Format tulisan adalah Cerpen, ditulis menggunakan bahasa yang indonesia yang baik dan benar
  • Naskah ditulis menggunakan MS Word/Open Office, disimpan dalam bentuk file *.doc, *.docx atau *.ODT dan tidak dari pdf
  • Cara penamaan file “Nama Lengkap_Judul_Lomba”
    Contoh : CAESARIO RICARDO_Cinta Tanah Air Indonesia_CERPEN
  • Format dokument :
    – Ukuran kertas : A4
    – Margin atas : 3 cm
    – Margin bawah : 3 cm
    – Margin kanan : 3 cm
    – Margin kiri : 3 cm
    – Huruf : Calibri
    – Ukuran : 12 point spasi 1
    – Kata : 1000-3000 kata

6. Pengiriman Naskah

  • Naskah cerpen dalam bentuk file di kirimkan melalui e-mail ke 69wajahindonesia@gmail.com
  • Selain karya cerpen, dilampirkan formulir peserta dan foto diri
  • Batas akhir pengiriman tanggal 30 November pukul 23.59 WIB

7. Penjurian

  • Gagasan: Orisinal, Kreatif, Aktual                : 35 %
  • Kesesuaian dengan Tema / Subtema           : 15 %
  • Gaya bahasa/penulisan/aturan penulisan : 20 %
  • Kapabilitas Kemenarikan                              : 30 %

8. Ketentuan Pemenang

  • Dari seluruh peserta, akan dipilih 10 terbaik . Tiga diantaranya pemenang juara 1 , 2 dan 3
  • 10 Peserta terbaik akan mendapatkan :
    – Karyanya akan dimasukkan ke dalam buku “69 Wajah Indonesia”
    – Sertifikat
  • 3 Peserta Terbaik akan mendapatkan :
    – Buku 69 Wajah Indonesia
    – Karyanya akan dimasukkan ke dalam buku “69 Wajah Indonesia”
    – Uang tunai total jutaan rupiah
    – Trophy
    – Hadiah menarik
  • Keputusan dewan juri mutlak , tidak dapat diganggu gugat dan tidak ada koresponden apapun terkait dengan keputusan ini

Sumber : http://69wajahindonesia.wordpress.com/2014/11/01/info-lomba-cerpen/

Iklan

Kuncup Tak Ingin Mekar (2)


“Ayolah. Anggap saja anak burung itu adalah kau. Ia tetap berusaha terbang meski kepakan sayapnya lemah. Ia akan buktikan pada si penghina,bahwa ia mampu tuk terbang dan menerkam sekaligus menyantap sang ular” jelas Sumekar menjawab ketidaktahuan sahabatnya.

“Aku sudah berusaha sekuatku. Berapa banyak kertas dan tinta kuhabiskan tuk merenda Lanjutkan membaca

Kuncup Tak ingin Mekar (1)


Gambar

 

“Besok siang, kau temui aku ditaman seberang balaikota” ajak Sumekar.

“Untuk apa?” tanya Rahman keheranan.

Yang ditanya hanya membalas dengan. Taman seberang balaikota, baginya sebuah hal yang menjijikkan dengan taman yang tiada istimewanya. Taman dengan bunga kertas berjejer rapi yang sangat tak disukainya. Sumekar tahu bahwa Rahman tak suka pada taman itu, tapi mengapa gadis yang disanjung- sanjungnya mengajaknya kesana? baginya cukup Lanjutkan membaca