OPINI (Berkaca Pada Tragedi Bintaro)

Berkaca Pada Tragedi Bintaro*

            Setiap individu menghendaki dan berhak atas keselamatan dalam berbagai aktifitasnya. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa tanggung jawab akan hak tersebut bukanlah mutlak milik suatu institusi atau lembaga di negeri ini, melainkan juga tanggung jawab setiap pribadi yang menghendaki. Ada dua kemungkinan dalam hal penyebab sebuah musibah yakni standar keselamatan yang minim dan kesadaran kewaspadaan tiap-tiap individu. Sebagaimana kita membaca berbagai macam kasus tentang musibah dalam hal transportasi lebih kerap terjadi  karena ketidak- disiplinan kita dalam berkendara. Belum lama ini tersiar kabar yang sungguh menggugah kesadaran kita akan tanggung jawab dan kewaspadaan. Yakni tragedi bintaro yang melibatkan tabrakan antara KRL Commuter Line Serpong-Tanah Abang dan truk tangki BBM Pertamina pada di perlintasan Ulujami, Jakarta, Rabu (11/12). Dalam kejadian tersebut tercatat 86 orang korban, termasuk 5 diantaranya meninggal dunia. Kejadian tersebut terjadi ketika truk tangki milik Pertamina berisi BBM menerobos palang pintu perlintasan kereta api yang sudah tertutup.

Berkaitan dengan aturan mengenai perlintasan kereta api di Indonesia, pemerintah sendiri telah mengaturnya dalam UU No. 23 Th 2007 tentang perkerata-apian. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwasannya setiap pemakai jalan raya yang hendak melintas jalan kereta api hendaknya mendahulukan lewatnya kereta api. Namun, pada praktiknya masih banyak yang melanggar aturan tersebut dengan menerobos palang pintu dengan beraninya hingga tak jarang menimbulkan banyak korban hingga meninggal dunia. Dengan berbagai alasan melakukannya seperti buru-buru ingin berangkat kerja, takut kehujanan, dn lain sebagainya. Berkaca akan banyaknya kejadian tentang permasalahan perkertaapian di Indonesia terutama prihal keselamatan, bukanlah hal yang harus melulu kita salahkan atau tempatkan kesalahan pada lembaga terkait yakni PT. KAI , Persero. Lebih banyak interopeksi diri akan sebatas mana dan sejauh mana kewaspadaan dan kesadaran kita akan sebuah keselamatan, yang tentu saja bukan terbatas pada kereta api saja, namun juga kendaraan yang lain seperti sepeda motor dan mobil yang kerap dikemudikan dengan kecepatan tinggi atau yang biasa kita sebut ugal-ugalan.

Salah Siapa?

            Menyoal siapa yang sebenarnya bersalah dalam kasus yang baru saja terjadi. Sekali lagi, kesalahan tidak sepenuhnya mutlak milik petugas atau lembaga terkait. Tetapi juga si pelanggar aturan. Jika kita membaca kasus kecelakaan di Bintaro, Jakarta beberapa waktu yang lalu, dapat disimpulkan bahwa kesalahan terletak pada supir truk tangki. Sebab, berdasarkan berbagai lansiran berita dari berbagai media massa, juga penegasan dari POLDA Metro jaya bahwa petugas palang pintu telah mengingatkan ketika kereta hendak melintas. Bicara pada posisi lain, adalah standar kualitas yang wajib dan mutlak dipenuhi guna mendukung keselamatan khalayak dalam hal ini ialah konsumen(pengguna). Di Provinsi Lampung saja, terdapat banyak perlintasan kereta api, yang diantaranya ada 74 perlintasan tanpa palang pintu. Terlebih beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada Bulan September terjadi kecelakaan kereta api yang melibatkan sebuah sepeda motor dengan 2 korban meninggal dunia dan 1 korban luka-luka di jalan K.H Komarudin, Rajabasa, Bandar Lampung. Naasnya, relawan yang selalu mengingatkan pengguna jalan akan datangnya kereta api-pun meninggal dalam kejadian tersebut. Dalam hal ini, pihak terkait hendaknya memasang palang pintu juga pos pemantau agar pengguna jalan raya dapat mengetahui dengan seksama akan kedatangan kerta api. Ini tidak hanya ditujukan pada Provinsi lampung, tetapi daerah lain. Logikanya saja, dengan perlintasan berpintu saja masih banyak kecelakaan terjadi, bagaimana dengan perlintasan yang tak berpintu? Jadi, perihal siapa yang salah salam setiap kecelakaan perkeretaapian haruslah meninjau terlebih dahulu dari kedua hal tersebut, standar yang kurang atau kesalahan para pengguna jalan.

Apa Yang Mesti Dilakukan

            Kita sebagai manusia biasa masih banyak terdapat kekurangan dalam diri kita, sepintar, secerdik atau sejeniuspun diri.  Dalam berbagai macam kegiatan, entah itu berkendara atau aktifitas lainnya, mustinya kita memperhatikan banyak hal demi keselamatan pribadi dan orang lain. Walaupun, kita tak dapat menampik bahwa hidup dan mati ada di tangan Tuhan, tetapi manusia yang diberi anugerah  berupa perasaan dan akal diharapkan mampu berusaha demi kepentingannya sendiri. Baik kendaraan bermotor seperti sepeda, mobil dan sepeda motor, kereta api, juga moda transportasi lainnya. Kita mesti waspada, mawas diri dan melek akan kondisi. Bukan justru menerobos masuk palang pintu, mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi yang malah menimbulkan banyak korban luka maupun jiwa. Sebagai manusia yang taat akan aturan dan peduli akan sesama. Kita, dalam bertransportasi, menurut hemat saya wajiblah mematuhi segala aturan seperti dahulukan kereta melintas, gunakan helm dan sabuk pengaman, periksa kondisi kendaraan dan gunakan kecepatan standar. Tak lain, kepatuhan kita akan itu guna kepentingan dan keselamatan kita sendiri dan orang lain. Yang perlu dan sangat harus diingat, bahwa dalam perjalanan baik pulang atau pergi, kita dinantikan keluarga dan sanak saudara yang harap- harap cemas akan keselamatan kita. Oleh karenanya, bukanlah hal sulit mentaati peraturan, dalam hal ini berlalu lintas. Yang harus kita lakukan adalah mentaati aturan yang ada, redam emosi dan keegoisan diri serta sabar. Yakinlah bahwa dengan itu kita dapat selamat hingga tujuan. Agar apa yang menjadi tujuan kita tak terhenti dan buyar ditengah panas dan ganasnya aspal jalanan.

*Mugiarjo, mahasiswa S-1 Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN sunan Kalijaga Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s