maaf (sebuah puisi)

jangan kalian todong aku dengan

tatap mata melas kalian

mohon, jangan tuduh aku buta atau tuli

aku masih melihat, masih pula mendengar

jerit tangis

keluh dan rana kallian

kini belum jua aku mampu mengulur tangan

nafasku ini masih disambung Tuhan

perantara bapak ibuku

aku belum mampu

aku pula menangis menyaksikan

laparnya kalian, haus, kedinginan, kepanasan dan sakit

berdoa dan berusahalah

Tuhan kan beri aku dan kalian kemudahan

mari berdoa dan berusaha..

maafkan aku yang belum mampu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s