Kuncup Tak ingin Mekar (1)

Gambar

 

“Besok siang, kau temui aku ditaman seberang balaikota” ajak Sumekar.

“Untuk apa?” tanya Rahman keheranan.

Yang ditanya hanya membalas dengan. Taman seberang balaikota, baginya sebuah hal yang menjijikkan dengan taman yang tiada istimewanya. Taman dengan bunga kertas berjejer rapi yang sangat tak disukainya. Sumekar tahu bahwa Rahman tak suka pada taman itu, tapi mengapa gadis yang disanjung- sanjungnya mengajaknya kesana? baginya cukup mengikuti ajakan sang gadis. Yakin baginya akan berbuah manis.

“Akhirnya kau datang juga, Man” sapa Sumekar setelah sekian lama menunggu. “ku kira kau tak ingin datang ke tempat yang sangat kau benci ini” lanjutnya.

Rahman diam bersungut dan buang muka. Sejatinya, Sumekar sangatlah ingat peristiwa beberapa minggu yang lalu. Ketika ia beberapa kali menunggu Rahman tuk berbincang di teman itu. Tak pelak, Rahman mengumpat banyak kata kasar. Sumekarpun tahu, jika lelaki dihadapannya bukanlah pecinta kembang selain kembang kamboja. Ya, kembang kuburan.

“Kau masih saja tak hendak menulis?” tanya Sumekar mencairkan suasana.

“Untuk apa? Tanya Rahman datar.

Sumekar menghela nafas panjang. “kau kapok karena tulisanmu mendapat penolakan dari banyak orang? Kau juga kapok pada penilaian teman- teman?” tanya Sumekar lagi

Panas telinga Rahman hingga membuat merah mukannya. Mengapa hal itu yang akan dibicarakan. Rahman sebelumnya mengadaikan bahwa ditempat itu Sumekar akan menyatakan rasa cintanya. Baginya, kedekatan yang selama ini terbangun bukanlah atas dasar teman atau sahabat, lebih dari itu.

“Untuk apalagi membuang waktuku dengan pena dan kertas, Sumekar?” tanya Rahman.

“Tidakkah kau fahami nasib anak burung yang ditertawai seekor ular?” tanya Sumekar balik.

“Maksudmu?” Rahman tak mengerti.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s